Puisi Perjuangan dan Kemerdekaan 17 Agustus 1945 TERBARU

Posted by wee wee On Wednesday, August 16, 2017 0 comments
Kumpulan Puisi Kemerdekaan dan Perjuangan. Memang ada banyak cara yang bisa kita lakukan untuk memeriahkan Hari Kemerdekaan Indonesia. Yang pasti Kita harus ingat, kemerdekaan Indonesia didapatkan dengan susah payah dan pengorbanan, Para pejuang rela mengorbankan harta dan nyawa demi memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Berkat Allah SWT dan jasa beliaulah akhirnya kita bisa merasakan kebebasan dalam segala hal, terutama tidak dijajah secara fisik oleh bangsa lain. Nah untuk mengisi kemerdekaan kali ini, kami akan berikan kumpulan Puisi Kemerdekaan dan Perjuangan untuk anda sekalian. 



GERILYA

Tubuh biru
tatapan mata biru
lelaki berguling di jalan
Angin tergantung
terkecap pahitnya tembakau
bendungan keluh dan bencana 

Tubuh biru
tatapan mata biru
lelaki berguling dijalan
Dengan tujuh lubang pelor
diketuk gerbang langit
dan menyala mentari muda
melepas kesumatnya

Gadis berjalan di subuh merah
dengan sayur-mayur di punggung
melihatnya pertama
Ia beri jeritan manis
dan duka daun wortel 

Tubuh biru
tatapan mata biru
lelaki berguling dijalan
Orang-orang kampung mengenalnya
anak janda berambut ombak
ditimba air bergantang-gantang
disiram atas tubuhnya 

Tubuh biru
tatapan mata biru
lelaki berguling dijalan
Lewat gardu Belanda dengan berani
berlindung warna malam
sendiri masuk kota
ingin ikut ngubur ibunya.

Oleh : W S Rendra  

MENATAP MERAH PUTIH

Menatap merah putih
melambai dan menari – nari di angkasa

kibarannya telah banyak menelan korban
nyawa dan harta benda

berkibarnya  merah putih
yang menjulang tinggi di angkasa

selalu teriring senandung lagu Indonesia Raya
dan tetesan air mata
dulu, ketika masa perjuangan pergerakan kemerdekaan
untuk mengibarkan merah putih
harus diawali dengan pertumpahan darah
pejuang yang tak pernah merasa lelah
untuk berteriak : Merdeka!

menatap
merah putih adalah perlawanan melawan angkara murka
membinasakan penidas dari negeri tercinta
indonesia

menatap
merah putih adalah bergolaknya darah
demi membela kebenaran dan azasi manusia
menumpas segala penjajahan
di atas bumi pertiwi

menatap
merah putih adalah kebebasan
yang musti dijaga dan dibela
kibarannya di angkasa raya

berkibarlah terus merah putihku
dalam kemenangan dan kedamaian.

Oleh : + Wakadt +
READ MORE

Sendiri

Posted by wee wee On Tuesday, September 25, 2012 0 comments



Berulang ku menepis perasaan ini
aku tak mengerti
mengapa begini
kau buat aku
meragu dengan janjimu dulu
masih adakah aku tersimpan di hatimu
ku ingin di sayangi bukan untuk di khianati
ku ingin di cintai bukan di beri mimpi
berikanlah kasihmu
bukan kasih yang semu
bila tak ada arti
biarkan ku melangkah sendiri
haruskah ku melangkah sendiri
meresah ku bertanya di dalam hatiku
mungkinkah dirimu berpaling dariku
haruskah ku nikmati kesendirian ini
meski telah engkau ingkari rasaku ini
sendiri...
ku menanti...
dalam sepi...
ku sendiri...



@D_oCktHa
READ MORE

Kaulah Satu

Posted by wee wee On 0 comments

Kala jiwa trasa suram
Sunyi tanpa sentuhan kasih sayang
Kau hadir laksana rembulan
Di tengah gelapnya malam.

Trkadang kau tampak indah brseri
Dengan cahaya cinta mnyinari
Trkadang pula kau tampak redup
Tatkala awan kelabu mncengkam hatimu.

Hingga tertumpahlah warna seribu
Yang menghias di dlm jiwaku.
Ada bahagia karenamu
Ada pula sedih karenamu.

Kendati begitu
Kaulah satu milikku.
Yang tulus membuai cintmu,
Dan selalu setia temani langkahku.
Adjie. R
READ MORE

Lukisan Rindu

Posted by wee wee On 0 comments

Hari terus berganti,
Sunyi selalu mendekapi,
Tanpa senyummu menghiasi,
Tanpa suaramu mngiringi.

Berharap kan berjumpa lagi,
Agar dapat kulihat ragamu, kasih,
Tuk melepas rindu yang terbuai,
Di dasar hati kian membelai.

Penat sudah rasanya,
Membuai rindu tiada ujungnya.
Dan tak kuasa ku tepiskannya,
Selain dengan kita berjumpa.

Andai rindu ini dapat kulukiskan,
Kan ku tebar sejuta warna,
Di dalam luasnya cakrawala,
Tuk kau lihat dan kau rasa.
 
 
Adjie R
READ MORE

Cinta Yang Terluka

Posted by wee wee On 0 comments

Hatiku bergetar ketika sepasang bola mata menatapku
Pandanganku mulai terhalang karenamu
Badanku lemas seketika, saat ku tersadar
Kau bukan milikku lagi

Ku terlanjur tak bisa menghapus rasa sayangku ini
Ku tahu ini berlebihan
Bagaimana caranya agar dirimu terbiasa denganku?
Tak berdiam diri seperti ini

Kau memandangku seperti atas dasar kebencian
Kini melihatmu tersenyum
Tak seperti seindah dulu
Ketika ku tahu, kau tersenyum karenanya

Mencintaimu keterampilan rumit yang tak bisa kukuasai
Cintaku padamu naluri liar yang tak mampu kujinakan
Ini saatnya ku kan melepasmu
Merelakanmu pergi bersama cinta yang lain



Rani Dwi Anggraeni
READ MORE