Saat hidupku kini tenggelam dalam kesedihan,
tak ada lagi cahaya mentari dalam hati ini. Hatiku kini di penuhi kegelapan.
Hujan pun menderas membasahi bumi,
tetes demi tetes memasuki lubang arteri.
Hati pun semakin lirih dalam kesedihan ini.
Dalam hati yang penuh kegelapan tanpa cahaya ini.
Di manakah cahaya itu….yang kini redup di telan kesedihan.
(dimas yudha pamungkas)
Pohonan senja
kilau daundaun bagai kristal tertiup angin
kesunyian terbakar di pucukpucuk ilalang
menyemburkan cahaya ke dalam kalbu.
Surya bagai softlens jingga
di bola matamu cakrawala cinta.
Pendarpendar telaga
dengan selendang gelombang
menari meliuk menyeret jantungku
jemarijemari ombak merepih bak lentik penari Bali
menyempurnakan sudut akhir kerlingan mata.
Aku tersungkur di ceruk matamu.
Guguran kelopak seroja
menjelma perahu
menuntun matahari ke dalam kelambu.
Diamdiam aku terhanyut
ke lubuk hatimu. Tempat paling khusuk
untuk sepucuk puisi.
+ Wakadt +
Jangan jadi manusia egois
Yang seperti apa ?
Merasa selalu kekurangan dalam kehidupannya
Merasa selalu di coba
Selalu minta dan meminta dengan segera
Doa maunya cepat di kabulkannya
Hidup ingin enak saja
Tak mau mensyukuri kehidupannya
Kurang menyadari dia itu siapa
Tak mau berupaya lebih
Malahan meminta lebih
Tak mau berkerja keras
IBADAH PUN MALAS
@Arent.
Munajat Idul Adha
Labbaikallahumma labaik. Labbaika lasyarika lakalabaik.
Innalhamda wanni`mata lakawalmulk lasyarikalak.
Saban tahun
perhimpunan di tanah pilihan-Mu
tiada berkurang malah melimpah
para tamu-Mu datang menyerahkan diri
tiada terbendung air mata dan luahan hati
bermunajat dikembalikan kepada fitrah laksana bayi
suci daripada dosa, suci daripada fasad dan fahsya'
Tawaf di Ka`bah yang penuh bersejarah
Saii dari Safa ke Marwah
Wuquf di Arafah
Bermalam di Muzdalifah
Melontar di tiga jamrah di Mina
dan segala amal lain bukti penyerahan diri kepada-Mu
tiada terungkapkan nikmat dan syahdunya
Ya, Allah
Ya, Zaljalali wal Ikram
Ya, Hayyu ya Qayyum
Terimalah penyerahan diri kami
Terimalah permohonan ampun daripada kami
Rahmatilah kami
Berkatilah kami
Bersihkanlah diri kami daripada segala dosa dan noda
sebelum Kauambil kami kembali kepada-Mu
Masukkanlah kami ke dalam golongan yang Engkau redhai
Himpunkanlah kami ke dalam golongan yang Engkau rahmati
Hidupkanlah kami dalam iman
dan matikanlah kami dalam iman
Rahmati kami dengan syurga-Mu
Jauhkan kami dari neraka-Mu
Amin ya Rabbal `alamin
+Wakadt+
Syair nya Orang-Orang Kuat
Bangun dan tinggalkanlah tidur panjang …
Sungguh Islam telah kembali …
Di jalan Alloh kita telah berjalan dan mengumandangkan jihad …
Kelompok orang mukmin telah bangkit …
Dengan para pemuda yang jujur …
Dalam malam-malam nestapa mereka berjalan …
Di belakang Al Qur’an yang nyata …
Mereka tidak peduli dengan berbagai kesusahan di antara taring-taring zaman …
Bangun dan tinggalkanlah tidur panjang …
Sungguh Islam telah kembali …
Di jalan Alloh kita telah berjalan dan mengumumkan jihad …
Sampaikanlah kabar gembira kepada manusia …
Dengan subuh yang terbit dengan terang …
Wahai malam-malam para pendholim …
Wahai kehinaan orang-orang yang bermain …
Wahai kesia-siaan selama bertahun-tahun …
Telah datang janji yang nyata …
Kami telah datang kepada kalian dengan membawa senapan dan qur’an yang nyata
+Hamba Allah+
hati yang berlabuh..tak rentan oleh segala caci maki yang menyakitkan..
jika kita labuhkanya untuk cinta..tulus..dan ikhlas
tapi akan terasa sakit dan perih..
jika semua itu hanya fatamorgana cinta..
hampa..dan kosong..hanya penantian untuk waktu yang tak tentu..
anugerah sang alam akan mengiringi langkah cinta yang tulus dan suci untuk manusia..
dekaplah dengan pengorbanan untuk keindahan..
kita takan lari..takan menghilang dan takan menjauh..
seperti pantai yang lepas menanti sang ombak
+ Wakadt +
Riak cinta menabur rindu
Ingin aku terbang bersamamu
Namun sayapku telah patah
Dentingan nada cintakupun telah luruh
Untuk menggapai cinta dan rindumu
Tatkala rindu sudah tak terbendung lagi
Engkau hadir walau hanya dalam mimpi
Rasanya aku hanya menggapai hayalku
Lelah dan lelah yang aku rasakan
Aku telah membagi hatiku
Rindukupun terlarang
Aku telah mendustaimu
Namun ku tak kuasa menahan
Gemgaman cinta yang kau tautkan dihatiku
+ Wakadt +
Kumpulan Puisi Kemerdekaan dan Perjuangan. Memang ada banyak cara yang bisa kita lakukan untuk memeriahkan Hari
Kemerdekaan Indonesia. Yang pasti Kita harus ingat, kemerdekaan
Indonesia didapatkan dengan susah payah dan pengorbanan, Para pejuang
rela mengorbankan harta dan nyawa demi memperjuangkan kemerdekaan
Indonesia. Berkat Allah SWT dan jasa beliaulah akhirnya kita bisa
merasakan kebebasan dalam segala hal, terutama tidak dijajah secara
fisik oleh bangsa lain. Nah untuk mengisi kemerdekaan kali ini, kami
akan berikan kumpulan Puisi Kemerdekaan dan Perjuangan untuk anda
sekalian.
GERILYA
Tubuh biru
tatapan mata biru
lelaki berguling di jalan
Angin tergantung
terkecap pahitnya tembakau
bendungan keluh dan bencana
Tubuh biru
tatapan mata biru
lelaki berguling dijalan
Dengan tujuh lubang pelor
diketuk gerbang langit
dan menyala mentari muda
melepas kesumatnya
Gadis berjalan di subuh merah
dengan sayur-mayur di punggung
melihatnya pertama
Ia beri jeritan manis
dan duka daun wortel
Tubuh biru
tatapan mata biru
lelaki berguling dijalan
Orang-orang kampung mengenalnya
anak janda berambut ombak
ditimba air bergantang-gantang
disiram atas tubuhnya
Tubuh biru
tatapan mata biru
lelaki berguling dijalan
Lewat gardu Belanda dengan berani
berlindung warna malam
sendiri masuk kota
ingin ikut ngubur ibunya.
Oleh : W S Rendra
MENATAP MERAH PUTIH
Menatap merah putih
melambai dan menari – nari di angkasa
kibarannya telah banyak menelan korban
nyawa dan harta benda
berkibarnya merah putih
yang menjulang tinggi di angkasa
selalu teriring senandung lagu Indonesia Raya
dan tetesan air mata
dulu, ketika masa perjuangan pergerakan kemerdekaan
untuk mengibarkan merah putih
harus diawali dengan pertumpahan darah
pejuang yang tak pernah merasa lelah
untuk berteriak : Merdeka!
menatap
merah putih adalah perlawanan melawan angkara murka
membinasakan penidas dari negeri tercinta
indonesia
menatap
merah putih adalah bergolaknya darah
demi membela kebenaran dan azasi manusia
menumpas segala penjajahan
di atas bumi pertiwi
menatap
merah putih adalah kebebasan
yang musti dijaga dan dibela
kibarannya di angkasa raya
berkibarlah terus merah putihku
dalam kemenangan dan kedamaian.
Oleh : + Wakadt +
Berulang ku menepis perasaan ini
aku tak mengerti
mengapa begini
kau buat aku
aku tak mengerti
mengapa begini
kau buat aku
meragu dengan janjimu dulu
masih adakah aku tersimpan di hatimu
ku ingin di sayangi bukan untuk di khianati
ku ingin di cintai bukan di beri mimpi
berikanlah kasihmu
bukan kasih yang semu
bila tak ada arti
biarkan ku melangkah sendiri
haruskah ku melangkah sendiri
meresah ku bertanya di dalam hatiku
mungkinkah dirimu berpaling dariku
haruskah ku nikmati kesendirian ini
meski telah engkau ingkari rasaku ini
sendiri...
ku menanti...
dalam sepi...
ku sendiri...
masih adakah aku tersimpan di hatimu
ku ingin di sayangi bukan untuk di khianati
ku ingin di cintai bukan di beri mimpi
berikanlah kasihmu
bukan kasih yang semu
bila tak ada arti
biarkan ku melangkah sendiri
haruskah ku melangkah sendiri
meresah ku bertanya di dalam hatiku
mungkinkah dirimu berpaling dariku
haruskah ku nikmati kesendirian ini
meski telah engkau ingkari rasaku ini
sendiri...
ku menanti...
dalam sepi...
ku sendiri...
@D_oCktHa
Kala jiwa trasa suram
Sunyi tanpa sentuhan kasih sayang
Kau hadir laksana rembulan
Di tengah gelapnya malam.
Trkadang kau tampak indah brseri
Dengan cahaya cinta mnyinari
Trkadang pula kau tampak redup
Tatkala awan kelabu mncengkam hatimu.
Hingga tertumpahlah warna seribu
Yang menghias di dlm jiwaku.
Ada bahagia karenamu
Ada pula sedih karenamu.
Kendati begitu
Kaulah satu milikku.
Yang tulus membuai cintmu,
Dan selalu setia temani langkahku.
Trkadang kau tampak indah brseri
Dengan cahaya cinta mnyinari
Trkadang pula kau tampak redup
Tatkala awan kelabu mncengkam hatimu.
Hingga tertumpahlah warna seribu
Yang menghias di dlm jiwaku.
Ada bahagia karenamu
Ada pula sedih karenamu.
Kendati begitu
Kaulah satu milikku.
Yang tulus membuai cintmu,
Dan selalu setia temani langkahku.
Adjie. R
Hari terus berganti,
Sunyi selalu mendekapi,
Tanpa senyummu menghiasi,
Tanpa suaramu mngiringi.
Berharap kan berjumpa lagi,
Agar dapat kulihat ragamu, kasih,
Tuk melepas rindu yang terbuai,
Di dasar hati kian membelai.
Penat sudah rasanya,
Membuai rindu tiada ujungnya.
Dan tak kuasa ku tepiskannya,
Selain dengan kita berjumpa.
Andai rindu ini dapat kulukiskan,
Kan ku tebar sejuta warna,
Di dalam luasnya cakrawala,
Tuk kau lihat dan kau rasa.
Berharap kan berjumpa lagi,
Agar dapat kulihat ragamu, kasih,
Tuk melepas rindu yang terbuai,
Di dasar hati kian membelai.
Penat sudah rasanya,
Membuai rindu tiada ujungnya.
Dan tak kuasa ku tepiskannya,
Selain dengan kita berjumpa.
Andai rindu ini dapat kulukiskan,
Kan ku tebar sejuta warna,
Di dalam luasnya cakrawala,
Tuk kau lihat dan kau rasa.
Adjie R
Hatiku bergetar ketika sepasang bola mata menatapku
Pandanganku mulai terhalang karenamu
Badanku lemas seketika, saat ku tersadar
Kau bukan milikku lagi
Ku terlanjur tak bisa menghapus rasa sayangku ini
Ku tahu ini berlebihan
Bagaimana caranya agar dirimu terbiasa denganku?
Tak berdiam diri seperti ini
Kau memandangku seperti atas dasar kebencian
Kini melihatmu tersenyum
Tak seperti seindah dulu
Ketika ku tahu, kau tersenyum karenanya
Mencintaimu keterampilan rumit yang tak bisa kukuasai
Cintaku padamu naluri liar yang tak mampu kujinakan
Ini saatnya ku kan melepasmu
Merelakanmu pergi bersama cinta yang lain
Rani Dwi Anggraeni
Sejak bertemu denganmu diriku tersipu malu
Akankah diriku bisa mencintaimu setulus hatiku?
Saat menjabat tanganmu
Ada sesuatu yang tak ku mengerti, akankah itu cinta?
Saat dirimu pergi meninggalkanku
Hampa menyelimuti jiwaku
Kini dirimu telah bersamanya
Meninggalkan semua kenangan kita
Dirimu kembali kedalam hidupku
Menggoreskan luka dihatiku tuk kesekian kali
Namun, diriku terus berjuang mendapatkan cintamu
Tapi, semua itu sia-sia hilang terkubur dalam luka
Rani Dwi Anggraeni
dalam bahasa kalbu ku uraikan segenggam doa
meminta dan mengiba atas nama cinta
tuk tegar dalam menguasai cemburu hati
tuk sanggup membina cinta yang redup
entah kesetiaan seperti apa yang ku punya
namun hati ini tetap satu untukmu
entah seberapa jauh kau berlari
ku tetap di belakangmu....
meski ada nyawa yang terbuang
ku rela
adakah kau mengerti disana
istanaku tetap utuh seperti dulu
penuh dengan hiasan canda dan tawamu
dan masih mekar pula bunga yang kau titipkan itu
dalam asa ku berdoa
ku jaga cintamu....
ku jaga hatimu...
ku jaga salu.....
kau ingin tahu doaku padaNya?
" Yaa Rabbi..
ku takkan biarkan cintaku terbias oleh Kuasamu
ku takkan pernah takut padaMu
Demi Cinta.......
Demi Namamu...
seberapa besar Kuasamu
seberapa berat ujianMu
ku hadapi dengan senang hati
meski Kau utus seribu Izroil Kepadaku.
meski kau luluhkan air nerakaMu
Aku Tak Takut.
Karna dia adalah harapanku
karna dia adalah nyawaku
dan karena dialah....
pembawa kasihMu padaku
Namun...
jika Kau berikan dia untukku...
Demi Keagunganmu.
Ku berani Kehilangan dia sekarang
tapi pertemukanlah aku dengannya
Dalam Hari KeabadianMu nanti"
Ibnu Abhi
Kupuas kan diri
Untuk hidup yang lebih berarti
Takkan pernah ku sesali
Hanya demi sang pujaan hati
Kau lukai, kau sakiti
Kau dustai dan kau khianati
Seakan hidup ini lengkap
Dengan duri-duri penuh api
Aku ingin air menyirami taman hati ini
Yang slalu diidam-idamkan selama ini
Aku ingin mengisi dengan kupu-kupu & dan kumbang surgawi
Yang pasti akan menentramkan jiwa & hati
Disaat mentari ku tersenyum penuh arti
Dan disaat mentari terbenam…
Ku menanti sang pujaan hati Yang kan kembali ketaman hati ini.
Amel's
Wahai bidadari
Aku tak mengerti soal hati
Aku pun tak fasih berbicara kasih
Namun saat sinarmu mulai menjamah
Aku pasrah, tak pernah aku selarut ini
Mimpi dan angan acapkali menjadi teman
Realita dan fatamorgana adalah dilema
Tapi engkau bukan fatamorgana
Takdirlah yang menggiring kita
Dalam sebuah suasana
Dan aku hanya bisa menyisipkan asa
Semoga engkaulah takdir
Yang dipersembahkan Tuhan bagiku
thatienk
Di sini...
Dari Jaoh...
Tak ku intai kau di balik jendela..
Terasa Terkeloknya hati ini..
Dengan sikapmu berjauh dengan angan..
Aku ini insan Kekurangan.
Senangnya kau Permainkan.
Siapalah aku ini...
Memintal angan seraya ingin Terbang...
seperti cinta sejati yang tertulis di dalam Novel Cinta..
Dan Mustahil bagi ku...
Menggapai bintang di langit...
menjadi hantaran untuk memilikimu...
Sungguh aku Tak Termampu..
Sungguh aku tak Termungkin...
Silap aku juga...
Karna Mencintainya...
Insan Seperti mu ...
Seanggun Bidadari...
Seharusnya aku...
Cerminkan diri...
Sebelum Aku membuka Jendela Ini kembali...
+Wakadt+

















